Jumat, 06 Januari 2012

KUMPULAN FILOSOFI

KUMPULAN FILOSOFI
1. Filosofi Sebuah Pensil
Ketika kita menulis ada sebuah tangan yang mengarahkan pensil untuk menulis apa!. Begitu juga dikehidupan manusia, semua apa yang dikerjakan dan apa yang dilakukan dalam hidup tidak terlepas dari campur tangan Tuhan. Artinya apa yang kita kerjakan itu adalah tuhan yang mengarahkan.
Pensil itu diraut, seolah-olah pensil itu menderita. Begitu juga dengan manusia, akan selalu mendapatkan ujian. Tetapi ketika manusia itu lulus dari ujian maka akan menjadikan manusia sebagai manusia yang baik dan berkualitas.
Pensil selalu memberikan kesempatan kepada manusia untuk menggunakan penghapus untuk memperbaiki kesalahan kita. Oleh karena itu,memperbaiki kesalahan dalam hidup ini bukanlah hal yang jelek atau buruk. Bahkan hal itu akan membantu kita agar tetap berada pada jalan yang benar. Dan hal itu sekaligus mengingatkan bahwa kita tidak pernah luput dari berbagai jenis kesalahan.
Bagian yang paling penting dari sebuah pensil jika diperhatikan bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada didalamnya. Begitu pula dengan manusia, oleh karena itu kita harus selalu memupuk hal-hal baik yang ada didalam diri kita, dengan terus meningkatkan kualitas dalam diri. Oleh karena itu, kita harus terus memupuk kekeyaan mental dalam setiap tindakan kita.
Kita harus menyadari bahwa sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goreesan. Begitu juga manusia, kita harus selalu sdar dan waspada, karena apapun yang kita perbuat dalam hidup ini, akan meninggalakan kesan dan goresan pada orang lain. Maka dari itu berhati-hatilah dalam berfikir, berucap dan bertindak. Sehingga goresan yang kita tinggalkan akan guratan yang memberi makna dan manfaat bagi diri kita dan orang lain.
2. Filosofi Ubi
Ubi dikenal sebagai tumbuhan yang selalu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Bisa tumbuh dimana saja. Di tanah gersang, tanah liat apalagi di tanah yang subur. Dan ubi selalu bisa menghasilkan sesuatu. Walaupun ia tidak menghasilkan isi tetapi daunnya tetap bisa dimanfaatkan manusia. Begitu juga dengan manusia, hendaknya menjadi seperti ubi yang bisa menyesuaikan diri dimanapun berada dan selalu memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

3. Filosofi Kotoran Manusia dan Hewan
Kotoran manusia adalah hasil pembuangan terakhir dari tubuh manusia. Namun masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Begitu juga dengan manusia, sekecil apapun dan sejelek apapun diri kita akan memberikan manfaat jika kita menjadi orang yang terampil.

4. Filosofi Tangga
Pernahkah kita jalan-jalan ke mol atau tempat-tempat digedung bertingkat. Dan coba diperhatikan tangga gedung, tangga tersebut tidak dibuat tumpang tindih antara tangga satu dengan yang lainnya. Yang diatas selalu melihat yang dibawah, tangga itu peduli meskipun mereka tidak bersentuhan dengan tangga yang paling bawah. Begitu juga dengan manusia, ketika menjabat dan menjdi orang yang lebih tinggi hendaknya memperhatikan masyarakat yang dibawah. Meskipun tidak memberikan secara langsung, namun berikanlah kepedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar